Click & Check it !

Sabtu, 28 September 2013

Tentang Rational Emotive Behavior Therapy

Manusia pada dasarnya adalah unik dan memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif, bahagia, dan kompeten. Sebaliknya, ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional, individu akan menjadi tidak efektif. Reaksi emosional seseorang terhadap suatu situasi/kejadian sebagian besar disebabkan oleh evaluasi, interpretasi, dan filosofi yang disadari maupun tidak disadari. Hambatan psikologis atau emosional adalah akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional. Emosi menyertai individu yang berpikir dengan penuh prasangka, sangat personal, dan irasional. Berpikir irasional diawali dengan belajar secara tidak logis yang diperoleh dari orangtua dan budaya tempat dibesarkan. Berpikir secara irasional akan tercermin dari verbalisasi yang digunakan. Verbalisasi yang tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan verbalisasi yang tepat menunjukkan cara berpikir yang tepat. Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara berpikir yang rasional dan logis, yang dapat diterima menurut akal sehat, serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional.
Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian dapat dikaji dari konsep-konsep kunci teori Albert Ellis: ada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu, yaitu Antecedent event (A), Belief (B), dan Emotional Consequence (C). Kerangka pilar ini yang kemudian dikenal dengan konsep atau teori ABC. Antecedent event (A) yaitu segenap peristiwa luar yang dialami atau memapar individu. Peristiwa pendahulu yang berupa fakta, kejadian, tingkah laku, atau sikap orang lain. Perceraian dalam keluarga, kelulusan bagi siswa, dan putus hubungan merupakan contoh antecendent event bagi seseorang. Belief (B) yaitu keyakinan, pandangan, nilai, atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. Keyakinan seseorang ada dua macam, yaitu keyakinan yang rasional (rational belief atau rB) dan keyakinan yang tidak rasional (irrasional belief atau iB). Keyakinan yang rasional merupakan cara berpikir atau system keyakinan yang tepat, masuk akal, bijaksana, dan kerana itu menjadi prosuktif. Keyakinan yang tidak rasional merupakan keyakinan atau system berpikir seseorang yang salah, tidak masuk akal, emosional, dan keran itu tidak produktif. Emotional consequence (C) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan antecendent event (A). Konsekuensi emosional ini bukan akibat langsung dari A tetapi disebabkan oleh beberapa variable antara dalam bentuk keyakinan (B) baik yang rB maupun yang iB.
Asumsi Dasar mengenati Perilaku Bermasalah
Dalam perspektif pendekatan konseling rasional emotif tingkah laku bermasalah adalah merupakan tingkah laku yang didasarkan pada cara berpikir yang irrasional. Menurut Gladding (2004), REBT berasumsi bahwa orang secara inheren adalah rasional dan irasional, masuk akal (sensible) dan gila. Dualitas ini sifatnya inheren secara biologis dan akan menjadi menetap kecuali bila dipelajari cara berpikir yang baru. Menurut Ellis (1973) anak-anak lebih rentan terhadap pengaruh luar dan pemikiran irasional dibandingkan dengan orang dewasa. Ia percaya bahwa manusia mudah dipengaruhi, sangat sugestif dan mudah terganggu. Tetapi, manusia mempunyai sarana yang berasal dari dalam dirinya sendiri untuk mengendalikan pikiran, perasaan dan tindakannya, tetapi ia harus menyadari dulu apa yang dia katakan pada dirinya sendiri (self-talk), supaya ia dapat menguasai hidupnya sendiri.
Ellis (1995) mendeskripsikan proposisi utama REBT sebagai berikut:
a. Manusia dilahirkan dengan potensi untuk rasional (self-constructive) dan irasional (self-defeating). Mereka mempunyai potensi melakukan preservasi-diri, untuk berpikir, untuk kreatif, untuk berminat terhadap orang lain, belajar dari kesalahan, rnengaktualisasi potensinya untuk berkembang. Tetapi, mereka juga mempunyai kecenderungan untuk destruksi-diri, menyukai kesenangan sesaat, menghindar berpikir panjang, untuk melakukan kesalahan yang sama, untuk percaya tahayul, tidak toleran, perfeksionistik dan memikir yang besar-besar dan menghindar rnengaktualisasikan potensinya untuk berkembang.
b. Kecenderungan orang untuk berpikir irasional, kebiasaan yang merugikan diri sendiri, wishful thinking, dan tidak toleran seringkali dipertebal oleh budaya mereka dan kelompok keluarga mereka.
c. Orang mempersepsi, berpikir, merasa dan berperilaku secara simultan. Dengan demikian, pada saat yang bersamaan mereka kognitif, konatif, dan motorik. Sensasi dan tindakan dipandang dengan kerangka pengalaman, dengan memori yang terdahulu. Orang jarang melakukan tindakan tanpa mempersepsi, berpikir dan merasa, karena proses-proses ini memberikan alasan untuk bertindak. Dalam hal perilaku yang terganggu, berlaku proses yang sama, karena itu harus diubah dengan metode-metode yang sifatnya perseptual-kognitif, emotif-evokatif dan behavioristik-reedukatif.
d. Memperoleh wawasan (insight) tidak membawa kepada perubahan kepribadian yang besar. Bukan activating events (A) dalam kehidupan seseorang yang "menyebabkan" konsekuensi emosi yang disfungsional (C), tetapi fakta bahwa orang menginterpretasi peristiwa ini secara tidak realistik dan karena itu mempunyai keyakinan yang self-defeating(B) tentang hal itu. Dengan demikian, penyebab "sesungguhnya" terletak di dalam diri orang itu sendiri dan bukan apa yang terjadi pada diri mereka.
Penyebab sehingga individu tidak mampu berpikir secara rasional, adalah: (1) tidak mampu membedakan dengan jelas tentang saat ini dan yang akan datang, atau antara kenyatan dan imajinasi; (2) tunduk dan menggantungkan diri pada perencanaan dan pemikiran orang lain; (3) mengadopsi kecenderungan cara berpikir irasional dari orangtua atau masyarakat yang diajarkan kepada individu melalui berbagai media.

diambil dari Modul PLPG 2012 UNM

Rancangan Kurikulum 2013 Untuk SMK

yang mau download file lengkapnya disini

Kamis, 19 September 2013

Manfaat Kopi Bagi Kesehatan

Minum kopi panas setiap hari tidak hanya memperpanjang harapan hidup seseorang. Mengawali hari dengan menyeruput kopi manis, ternyata kinerja otak akan lebih efektif sehinggaa daya ingat meningkat.

Pengaruh minum kopi manis terhadap kemampuan mengingat yang dimiliki seseorang ditemukan peneliti di Universitas Barcelona, Spanyol, sebagaimana dari laman Times Of India. Hasil penelitian telah dipublikasikan dalam jurnal Human Psychopharmacology: Clinical and Experimental.

Peneliti menemukan kafein pada kopi memiliki efek lain pada fungsi otak bila dikombinasikan dengan glukosa atau gula. Efeknya seperti rentang perhatian dan kerja memori.

Temuan ini berasal dari scan otak yang dilakukan pada 40 relawan yang sebelumnya diuji dengan seksama. Sebelum di-scan, relawan yang telah dibagi per kelompok, diminta minum kopi manis, kopi tanpa gula, dan air putih yang manis.

"Dua zat itu meningkatkan kinerja kognitif dengan meningkatkan efisiensi dari dua wilayah di otak yang bertanggung jawab untuk perhatian yang berkelanjutan dan memori kerja," kata peneliti Dr Josep Serra Grabulosa, dikutip dari Daily Mail.

"Otak lebih efisien di bawah pengaruh gabungan dari dua zat itu, karena membutuhkan sumber daya yang lebih sedikit untuk menghasilkan tingkat kinerja yang sama daripada ketika relawan hanya mengambil kafein, glukosa atau air," tambah Grabulosa.

Kendati demikian, pecinta kopi yang tidak menyukai kopi manis tetap mendapatkan manfaat yang sama dengan cara menikmati snack manis sambil menyeruput kopi.

Sebelumnya, pengaruh minum kopi terhadap umur seseorang ditemukan para peneliti di University of Athens. Hasil penelitiannya telah dirilis dalam kongres The European Society of Cardiology di Stockholm.

Dan beberapa hal manfaat Kopi Bagi wanita
Berbicara mengenai kopi, banyak orang yang masih berpendapat bahwa kopi buruk bagi kesehatan. Sebenarnya hal itu tidak sepenuhnya benar. Kopi, asalkan dikonsumsi secara bijak, sebenarnya justru bermanfaat bagi kesehatan. Apa pun, bukan hanya kopi, bila dikonsumsi berlebihan pasti tidak baik.

Manfaat Kopi

Menurut Harvard Women’s Health, konsumsi kopi beberapa cangkir sehari dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2, pembentukan batu ginjal, kanker usus besar, penyakit parkinson, kerusakan fungsi hati (sirosis), penyakit jantung serta menghambat penurunan daya kognitif otak.
* Diabetes. Dua puluh studi yang dilakukan di seluruh dunia menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 50%. Para peneliti menduga penyebabnya adalah asam klorogenik di dalam kopi berperan memperlambat penyerapan gula dalam pencernaan. Asam klorogenik juga merangsang pembentukan GLP-1, zat kimia yang meningkatkan insulin (hormon yang mengatur penyerapan gula ke dalam sel-sel). Zat lain dalam kopi yaitu trigonelin (pro vitamin B3) juga diduga membantu memperlambat penyerapan glukosa.
* Kanker. Riset secara konsisten menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko kanker hati, kanker payudara dan kanker usus besar.
* Sirosis. Kopi melindungi hati dari sirosis, terutama sirosis karena kecanduan alkohol.
* Penyakit Parkinson. Para peminum kopi memiliki risiko terkena Parkinson setengah lebih rendah dibanding mereka yang tidak minum kopi.
* Penyakit jantung dan stroke. Konsumsi kopi tidak meningkatkan risiko jantung dan stroke. Sebaliknya, kopi justru sedikit mengurangi risiko stoke. Sebuah studi atas lebih dari 83.000 wanita berusia lebih dari 24 tahun menunjukkan mereka yang minum dua sampai tiga cangkir kopi sehari memiliki risiko terkena stroke 19% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Studi terhadap sejumlah pria di Finlandia menunjukkan hasil yang sama.
Fungsi kognitif. Studi atas 4.197 wanita dan 2.820 pria di Perancis menunjukkan bahwa meminum setidaknya tiga cangkir kopi sehari dapat menghambat penurunan fungsi kognitif otak akibat penuaan hingga 33 persen pada wanita. Namun, manfaat yang sama tidak ditemukan pada pria. Hal ini mungkin karena wanita lebih peka terhadap kafein.

Efek Negatif Kopi
Namun demikian, kopi juga memiliki efek negatif. Kafein sebagai kandungan utama kopi bersifat stimulan yang mencandu. Kafein mempengaruhi sistem kardiovaskuler seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah. Dampak negatif itu muncul bila Anda mengkonsumsinya secara berlebihan.

Bagi kebanyakan orang, minum dua sampai tiga cangkir kopi tidak memberikan dampak negatif. Meminum kopi dengan frekuensi lebih dari itu bisa menimbulkan jantung berdebar-debar, sulit tidur, kepala pusing dan gangguan lainnya. Oleh karena itu, bagi mereka yang mengkonsumsi kopi agar tidak mengantuk–misalnya karena kekurangan tidur– disarankan agar konsumsinya disebar sepanjang hari.

Riset mengenai hubungan konsumsi kopi dengan keguguran kandungan tidak memberikan kesimpulan seragam. Tetapi, untuk amannya ibu hamil disarankan tidak minum lebih dari satu cangkir kopi sehari.

sumber:
http://kosmo.vivanews.com/news/read/198041-kopi-manis-bikin-ingatan-tajam
http://ibuprita.suatuhari.com/manfaat-kopi-bagi-kesehatan

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More