Click & Check it !

Sabtu, 07 September 2013

Metalearning

Metalearning: Applications to Data Mining (Cognitive Technologies)Metalearning dalam pendidikan
Awalnya dijelaskan oleh Donald B. Maudsley (1979) sebagai "proses dimana peserta didik menjadi sadar dan semakin mengendalikan kebiasaan persepsi, penyelidikan, pembelajaran, dan pertumbuhan bahwa mereka telah diinternalisasi". Maudsely set konsep dasar teorinya sebagai disintesis di bawah judul asumsi, struktur, proses perubahan, dan fasilitasi. Lima prinsip yang dinyatakan untuk memfasilitasi meta-pembelajaran. Peserta didik harus: (a) teori, namun primitif, (b) bekerja dalam lingkungan sosial dan fisik yang aman mendukung; (c) menemukan aturan mereka dan asumsi; (d) kembali dengan realitas-informasi dari lingkungan, dan (e ) menata diri dengan mengubah aturan mereka / asumsi.

Ide metalearning kemudian digunakan oleh John Biggs (1985) untuk menggambarkan keadaan 'menjadi sadar dan mengambil kendali belajar sendiri'. Anda dapat menentukan metalearning sebagai kesadaran dan pemahaman tentang fenomena belajar itu sendiri sebagai lawan subjek pengetahuan. Tersirat dalam definisi ini adalah persepsi pelajar dari konteks pembelajaran, yang mencakup mengetahui apa harapan disiplin adalah dan, lebih sempit, tuntutan tugas belajar yang diberikan. Dalam konteks ini, tergantung pada konsepsi metalearning pelajar pembelajaran, keyakinan epistemologis, proses pembelajaran dan keterampilan akademik, dirangkum di sini sebagai pendekatan pembelajaran. Seorang siswa yang memiliki tingkat kesadaran yang tinggi metalearning mampu menilai efektivitasnya pendekatan belajar dan mengatur sesuai dengan tuntutan tugas belajar. Sebaliknya, siswa yang rendah dalam kesadaran metalearning tidak akan mampu merefleksikannya pendekatan belajar atau sifat set tugas belajar. Akibatnya, ia akan mampu beradaptasi berhasil ketika belajar menjadi lebih sulit dan menuntut. (Norton et al. 2004) (Norton et al. 2004)

Meta model pembelajaran bagi tim dan hubungan
Meta belajar adalah proses dinamis dimana sebuah sistem (hubungan, tim atau organisasi) berhasil melarutkan dinamika membatasi seperti attractor titik dan siklus batas yang menghambat aksi yang efektif dan berkembang dinamika membebaskan dan kreatif diwakili oleh attractor kompleks yang lintasan dalam ruang fase, dengan tidak pernah mengulangi diri mereka sendiri, dapat menggambarkan proses kreatif dan inovatif (lihat complexor ). Lintasan ini memiliki sifat fraktal, maka urutan kompleks mereka di mana proses yang sangat kreatif mungkin. Tim kinerja tinggi dapat "meta belajar" dan ini membedakan mereka dari ketidakmampuan tim kinerja rendah untuk mengatasi membatasi perilaku mereka yang menghambat inovasi dan kreativitas (Losada, 1999; Losada & Heaphy, 2004; Fredrickson & Losada, 2005).

Model pembelajaran meta berasal dari ribuan data time series yang dihasilkan pada dua laboratorium interaksi manusia di Ann Arbor, Michigan, dan Cambridge, Massachusetts. Seri ini digambarkan dinamika waktu interaksi tim bisnis melakukan tugas-tugas bisnis yang khas seperti perencanaan strategis. Tim-tim ini diklasifikasikan menjadi tiga kategori melakukan: tinggi, sedang dan rendah. Kinerja dievaluasi oleh tim profitabilitas, tingkat kepuasan klien mereka, dan 360 derajat evaluasi.


Model pembelajaran terdiri dari variabel meta negara tiga dan satu parameter kontrol. Parameter kontrol adalah konektivitas dan mencerminkan tingkat attunement dan responsif bahwa anggota tim memiliki satu sama lain. Tiga variabel negara adalah penyelidikan-advokasi, positif-negatif, dan lain-diri (eksternal internal fokus). Variabel negara dihubungkan oleh satu set persamaan diferensial nonlinear (Losada, 1999; Fredrickson & Losada, 2005; untuk sebuah representasi grafis model meta belajar melihat Losada & Heaphy, 2004). Ketika connectiviy rendah, ada dominan orientasi advokasi dan diri (fokus internal) dan negatif lebih dari positif. Bila konektivitas tinggi ada keseimbangan dinamis antara penyelidikan dan advokasi serta fokus internal dan eksternal dan rasio positif-negatif untuk-setidaknya 2,9. Rasio ini dikenal sebagai garis Losada , karena memisahkan yang tinggi dari tim kinerja rendah serta berkembang dari languisning pada individu dan hubungan (Fredrickson & Losada, 2005; Waugh & Fredrickson, 2006; Fredrickson, 2009).

Modul PLPG 2013 Bimbingan Konseling

Sesuai kebijakan BPSDMP-PMP materi PLPG tahun 2013, disediakan dalam bentuksoft copy yang dapat diunduh sebelum pelaksanaan PLPG dilaksanakan. Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan bagi peserta PLPG, karena akan membantu mempelajari materi sebelum disampaikan oleh paraassesor. Keuntungan lainnya adalah para peserta PLPG akan lebih fokus menyiapkan pendalaman materi yang sudah dipelajari sebelumnya.
Materi ini juga sangat baik dibaca oleh semua para guru BK dan Konselor sekolah juga pihak-pihak lainya yang peduli terhadap aktualisasi peran bimbingan konseling di sekolah, karena dalam modul ini selain dipaparkan teori-teori bimbingan, juga diberikan contoh-conmtoh praktis penerapan bimbingan konseling di sekolah. Termasuk didalamnya contoh program kerja BK, baik program tahunan, semesteran, silabus, rpp dll, juga contoh-contoh instrumensi non tes.
Ini sangat bermanfaat bagi anda yang akan berangkat mengikuti PLPG tahun ini dan juga bermanfaat bagi guru BK untuk pengembangan profesinya. Anda dapat mendownload modul ini disini
Dan tentunya untuk modul mata pelajaran lainnya juga bisa di download disumber aslinya disini
semoga bermanfaat

Sekilas Tentang MBTI ( Myer Briggs Type Indicator )

MBTI atau Myer Briggs Type Indicator merupakan sebuah alat tes kepribadian yang dikembangkan oleh Katrine Cook Briggs dan putrinya yang bernama Isabel Briggs Myer berdasarkan teori kepribadian dari Carl Gustav Jung.
Dalam MBTI merujuk pada 4 skala kecenderungan yang saling berlawanan ( dikotomis ). Walaupun berlawanan sebetulnya kita memiliki kesemua dimensi tersebut, hanya saja kita lebih nyaman pada salah satu arah dimensi tertentu. Berikut 4 skala kecenderungan MBTI :

  1. Ekstrovert ( E ) vs Intrivert ( I ) dimensi EI melihat orientasi energi kita keluar atau kedalam.
  2. Sensing ( S ) vs Intuition ( N ) dimensi SN melihat bagaimana individu memproses data yang di terima.
  3. Thinking ( T ) vs Feeling ( F ) dimensi ketiga ini melihat bagaimana seseorang mengambil suatu keputusan.
  4. Judging ( J ) vs Perceiving ( P ) dimensi terakhir melihat derajat flesibelitas seseorang
Tes MBTI sangat bermanfaat diantaranya :

  1. Bimbingan Konseling
MBTI  sangat berguna untuk dunia pendidikan dan pengembangan karir, dapat digunakan sebagai rujukan untuk penentuan penjurusan di dunia pendidikan sesuai dengan kepribadiaannya.
   
    2. Pengembanga Diri

Dengan MBTI kita bisa memahami kelebihan ( strength ) diri kita sekaligus kelemahan ( weakness ) yang ada pada diri sendiri, sehingga kita bisa lebih fokus mengembangkan kelebihan sekaligus mencari cara memperbaiki sisi negatif kita.

   3. Memahami Orang Lain dengan lebih baik

MBTI membantu memperbaiki hubungan dan cara pandang kita terhadap orang lain. Kita bisa lebih memahami dan menerima perbedaan.

Itulah sekilas tentang MBTI ( Myer Briggs Type Indicator ) semoga bermanfaat.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More